Resume Perduli Digital Mental Health Generasi Muda, Unusa Perkenalkan Nomolitera
UnusaLatar Belakang
-
Nomophobia adalah kecemasan berlebihan saat tidak membawa atau tidak dapat menggunakan ponsel—fenomena serius di era digital yang semakin mengakar di kalangan remaja.
-
UNUSA merespons fenomena ini melalui program pengabdian kepada masyarakat yang bertemakan Digital Detox dan literasi digital.
Aplikasi Nomolitera
-
Nomolitera adalah aplikasi berbasis web yang dirancang untuk melakukan diagnosa awal tingkat nomophobia secara berkala dan mudah diakses.
-
Tujuan utamanya: meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya nomophobia dan memberikan solusi praktis melalui digital detox.
Metodologi Program
-
Diagnosa Awal
– Kuesioner digital digunakan untuk mengukur tingkat nomophobia dan literasi digital di kalangan siswa. -
Edukasi & Sosialisasi
– Materi tentang nomophobia, literasi digital, serta konsep dan strategi digital detox disampaikan kepada peserta. -
Evaluasi Efektivitas
– Dilakukan pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman siswa sebelum dan setelah intervensi.
Hasil Program
-
Peningkatan Pemahaman:
-
Hanya 12,56% siswa yang memahami konsep "Nomophobia", "Literasi Digital", dan "Digital Detox" sebelum sosialisasi.
-
Angka ini meningkat drastis menjadi 91,67% setelah kegiatan—mencapai peningkatan sebesar 79,11%.
-
-
Tingkat Penerimaan Aplikasi:
-
Sebagian besar responden menerima aplikasi dengan baik; 86,5% merekomendasikan Nomolitera kepada orang lain.
-
-
Kecenderungan berdasarkan Gender:
-
Sebagian besar siswa tergolong "Tidak Nomophobia" atau "Nomophobia Sedang".
-
Siswa perempuan cenderung menunjukkan tingkat “Nomophobia Sedang” hingga “Nomophobia Berat” lebih tinggi dibanding siswa laki-laki.
-
Kesimpulan & Implikasi
-
Efektivitas Literasi Digital dan Aplikasi Digital Detox: Terdapat peningkatan signifikan dalam pemahaman tentang menjaga kesehatan mental digital, yang menunjukkan efektifitas pendekatan melalui Nomolitera.
-
Penerimaan Positif terhadap Teknologi Solutif: Tingginya tingkat rekomendasi menunjukkan aplikasi ini memenuhi kebutuhan dan kemungkinan untuk dipakai secara luas.
-
Perlu Pendekatan Gender-Sensitif: Temuan bahwa perempuan menunjukkan kecenderungan nomophobia lebih tinggi menunjukkan pentingnya strategi intervensi yang lebih inklusif dan peka gender.
Saran Tindak Lanjut
-
Perluasan Implementasi: Aplikasi Nomolitera dapat dikembangkan dan diperkenalkan di komunitas yang lebih luas, seperti sekolah lain atau kelompok pendidikan yang berbeda.
-
Pengembangan Konten & Fitur: Melengkapi aplikasi dengan fitur interaktif, modul konten edukatif, atau pengingat digital detox bisa meningkatkan keterlibatan dan efektivitas.
-
Riset Lanjutan: Studi lebih mendalam terkait penyebab meningkatnya nomophobia khususnya pada siswa perempuan dapat memperkaya intervensi yang diarahkan dan komprehensif.

Komentar
Posting Komentar